Ancaman Terhadap Perairan Laut Natuna Oleh Pelaku Illegal Fishing

Authors

  • Andriani Hikmah Agustin Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Murti Wulandari Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Abdul Hamid Jalaludin Universitas Maritim Raja Ali Haji

Abstract

Kawasan Laut Natuna telah menarik perhatian banyak pihak untuk beberapa hal kepentingan. Negara lain seperti Vietnam dan Malaysia yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Laut Natuna menilai bahwa mereka harus memanfaatkan sumber daya yang dihasilkan oleh kawasan tersebut, terutama oleh para nelayan dari negara tersebut. Kawasan yang selalu menjadi lokasi favorit bagi kapal ikan asing dalam melaksanakan aktivitas illegal fishing tentunya menjadi kekhawatiran bagi Indonesia dalam menjaga kawasan Laut Natuna yang telah masuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tersebut. Kegiatan yang terlaksana tanpa izin dari Pemerintah Indonesia atau ilegal tersebut menjadi ancaman yang nyata tidak hanya bagi ekosistem laut maupun keberlanjutan sumber daya ikan di Lauta Natuna, namun juga bagi nelayan tradisional yang biasa menangkap ikan di wilayah tersebut hingga pada perdagangan perikanan dalam negeri. Tulisan ini memuat latar belakang yang mendasari penelitian mengenai ancaman kawasan Laut Natuna oleh pelaku illegal fishing dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini akan menghasilkan data yang menggambarkan ‘siapa, apa dan dimana peristiwa’ dari perspektif subjektif yang didasarkan pada keinginan penulis dalam mempelajari kasus, situasi sosial dan proses yang terjadi di lapangan. Pada bagian ini, akan dijabarkan informasi mengenai batas Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, aturan dari Pemerintah Republik Indonesia mengenai tindakan illegal fishing, serta beberapa kasus illegal fishing yang pernah terjadi pada tahun 2021 di Laut Natuna. Hasil dari penelitian ini akan mengungkapkan gambaran mengenai ancaman besar dari aktivitas illegal fishing bagi keamanan kawasan Laut Natuna dan kelestarian sumber daya perikanannya berdasarkan analisis hukum, dan penjelasan mengenai cara menyikapi ancaman tersebut.

References

Calderon, J. (2006). “Methods of research and thesis writing (2nd Ed.)”. Mandaluyong City: National Bookstore.

Creswell, J. W. (1994). “Research design: Qualitative & quantitative approaches”. London: Sage Publications.

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. (2021). “KKP Tangkap Dua Kapal Asing Pelaku Illegal Fishing di Laut Natuna Utara”. Tersedia di https://kkp.go.id/djpsdkp/artikel/33498-kkp-tangkap-dua-kapal-asing-pelaku-illegal-fishing-di-laut-natuna-utara

Harliza, E. R. dan Michael, T. (2020). “Penegakan Hukum Illegal Fishing”. Mimbar Keadilan 13(1):120-130. DOI:10.30996/mk.v13i1.3054

Indonesia Ocean Justice Initiative. (2021). “IUU Fishing Di Laut Natuna Utara Kuartal-I 2021 Dalam Kondisi Kritis”. Tersedia di https://oceanjusticeinitiative.org/2021/04/29/iuu-fishing-di-laut-natuna-utara-kuartal-i-2021-dalam-kondisi-kritis/

Indonesia Ocean Justice Initiative. (2021). “IUU Fishing Di Laut Natuna Utara – Mei 2021”. Tersedia di https://oceanjusticeinitiative.org/2021/06/14/iuu-fishing-di-laut-natuna-utara-mei-2021/

Indonesia Ocean Justice Initiative. (2022). “Rekam Jejak Kebijakan Kelautan 2021 & Proyeksi 2022”. Tersedia di https://oceanjusticeinitiative.org/wp-content/uploads/2022/01/Rekam-Jejak-IOJI-2021-Updated-1.pdf

Jones, J. B. (1992). “Environmental impact of trawling on the seabed: A review”. New Zealand Journal of Marine and Freshwater Research 26(1):59-67. DOI:10.1080/00288330.1992.9516500

Kementerian Kelautan dan Perikanan R. (2022). “SKPT Natuna”. Tersedia di https://kkp.go.id/SKPT/natuna/page/1181-skpt-natuna

Kementerian Pertahanan. (2017). “Tambahan Lembaran Negara RI No.6054 Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 103”. Tersedia di https://www.kemhan.go.id/itjen/wp-content/uploads/2017/08/uu4-2017pjl.pdf

Kim H, Sefcik JS, Bradway C. (2017). “Characteristics of qualitative descriptive studies: A systematic review”. Research in Nursing & Health 40: 23–42.

Marine Stewardship Council. (2022). “Overfishing, illegal and destructive fishing”. MSC International.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI. (2012). “Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.50/MEN/2012”. Tersedia di https://jdih.kkp.go.id/peraturan/kep-50-men-2012-ttg-rencana-aksi-pencegahanpenanggulangan.......pdf

Nurhakim, R. (2021). “Penegakan Hukum Terhadap Illegal Fishing di Laut Natuna Utara”. Tersedia di https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/Archivelago/Makalah%20Jabfung/Penegakan%20Hukum%20terhadap%20Illegal%20Fishing%20di%20Laut%20Natuan%20Utara.pdf

Vivid Maps. (2022). “Maps of every country’s Exclusive Economic Zone”. Tersedia di https://vividmaps.com/exclusive-economic-zones-maps/

World Ocean Review. (2013). “Plenty more fish in the sea?”. Hamburg: DBM Druckhaus Berlin-Mitte GmbH.

Downloads

Published

2022-12-02

How to Cite

Agustin , A. H. ., Wulandari, M. ., & Jalaludin, A. H. . (2022). Ancaman Terhadap Perairan Laut Natuna Oleh Pelaku Illegal Fishing. Aufklarung: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(4), 362–369. Retrieved from http://www.pijarpemikiran.com/index.php/Aufklarung/article/view/284